Monday, January 13, 2014

masihkah kita memerlukan dukun beranak?

hari gini, masih ada yang meminta pertolongan persalinan dengan dukun beranak? yang bener saja kawan. lihat dulu siapakah dia? bBukan bermaksud mengecilkan arti dukun beranak. jasa mereka juga cukup besar. Dahulu sebelum ada bidan dan dokter masih sangat-sangat langka, dukun beranak diberdayakan, difasilitasi.
Setelah tidak membutuhkan lalu didepak begitu? oh, tidak. kalau dinalar, harusnya dukun beranak yang dulu dilatih oleh pemerintah itu udah pada meninggal karena usia yang sudah tua, kalau pun masih ada sekarang paling ya tinggal sedikiiiit saja, juga mungkin sudah renta.
Demi keselamatan persalinan, sebaiknya bersalin ke fasilitas kesehatan yang bener deh. kalau pun pengin sama mbah dukun beranak, ya minta dielus-elus aja dan dipijit kaki tangan gitu.aaihh,....kalo mbah dukun beranak baca ini jangan marah ya ......
masih enggak kita memerlukan dukun beranak? kalau saya bilang sih..masih. Sebagai warga masyarakat, semua orang itu adalah penting, berguna dan dibutuhkan. Begitupun dukun beranak. saya merasa  dukun beranak masih dibutuhkan, bukan sebagai penolong persalinan tapi mitra bidan,dokter,masyarakat, untuk misal memberitahukan kalau tetangga di dekat rumahnya ada yang hamil, ada yang sakit, ada yang kurang gizi, ada yang mau bersalin tapi keluar darahnya duluan dan sebagainya. Intinya dukun beranak bisa menjadi mitra yang solid gitu. hehehe soalnya saya sendiri pernah hidup di desa, kumpul bareng dukun beranak juga. Bukan dalam rangka menggunakan jasanya untuk persalinan tapi bergandengan dengan dukun beranak untuk menemukan ibu dengan resiko tinggi kehamilan dan persalinan. mau ikutan cara itu? yuuuk...