Sunday, October 7, 2007

Sunat Perempuan

Pernah mendengar tentang sunat perempuan? Atau Anda sendiri yang menjadi 'korban'nya?
Hey, tahukah Anda bahwa sunat perempuan atau yang disebut juga dengan Female Genital Mutilation (FGM) memiliki dampak yang sangat berat.
Apakah FGM itu?
FGM adalah seluruh prosedur pemotongan sebagian atau seluruh genital eksterna atau bentuk perlukaan lain pada genital perempuan, baik untuk alasan budaya maupun alasan selain pengobatan (WHO, 1996). Menurut WHO pula klasifikasi FGM adalah sebagai berikut:
Tipe I:
Pemotongan prepuce dengan atau tanpa mengiris/ menggores bagian atau seluruh klitoris.
Tipe II:
Pemotongan klitoris dengan disertai pemotongan sebagian atau seluruh labia minora.
Tipe III:
Pemotongan bagian atau seluruh alat kelamin luar disertai penjahitan atau penyempitan lubang vagina (infibulasi).
Tipe IV:
Tidak terklarifikasi termasuk: penusukan, pelubangan atau pengirisan/penggoresan terhadap klitoris dan atau labia, merentangkan klitoris dan atau labia, kauterisasi membakar klitoris dan jaringan di sekitarnya, menggosok jaringan di sekitar lubang vagina (pemotongan angurya), pemotongan vagina (pemotongan gishiri), pemasukan bahan/jamu yang bersifat korosif ke dalam vagina untuk menyebabkan keluarnya darah atau mengencangkan/menyempikan saluran vagina dan lainnya.

Para dukun bayi melakukan sunat perempuan hanya secara simbolik. TAPI,..penggunaan peralatan medis menyebabkan 'para pelaku' sunat perempuan justru memotong atau menghilangkan jaringan. So,.. what for?
........
Siapakah pelakunya?

Komplikasi-komplikasi yang bisa terjadi akibat FGM (hasil penelitian IPPF 2001:
- Komplikasi jangka pendek: perdarahan, infeksi, tetanus, pembusukan.
-Komplikasi jangka panjang: nyeri berkepanjangan, kesulitan menstruasi, infeksi saluran kemih kronis, fistula , inkontinentia uri (beser), radang panggul kronis, kemandulan, disfungsi seksual, kesulitan saat persalinan dan kehamilan, kemungkinan tertular HIV.
-Dampak psikoseksual, Psikolofis dan Sosial:
Disfungsi seksual, nyeri saat berhubungan intim, ketakutan, depresi, frigidity, yang mengakibatkan onflik dalamperkawinan dan lain-lain.

Tindakan ini lebih banyak bahaya dan ruginya daripada untung. Stop from now FGM.
Lokakarya Praktik Sunat Prempuan pada Juni 2005 yang melibatkan organisasi profesi, LSM, komnas-komnas dan seluruh aspek program dan sektor menyepakati bahwa sunat perempuan tidak berguna di bidang kesehatan dan sepakat untuk TIDAK DILAKUKAN OLEH TENAGA MEDIS.

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home